Total Tayangan Halaman

Jumat, 18 Mei 2018

WISATA KE BENTENG VREDEBURG JOGJA, WISATA SEJARAH BENTENG VREDEBURG DAN MUSEUM KERETA KRATON YOGYAKARTA, PAKET MURAH WISATA PENDIDIKAN DI JOGJA ( BENTENG VREDEBURG DAN MUSEUM KERETA KRATON ), CARI WISATA MUSEUM KE BENTENG VREDEBURG DAN MUSEUM KERETA KRATON YOGYAKARTA










Semangat PAGI Pecinta Wisata. DREAMGEDE Tour Travel dengan pengalaman dalam penyelnggaraan wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda berwisata Di Yogyakarta. 

DREAMGEDE Tour Travel mengajak kamu untuk belajar dan mengerti budaya asli Indonesia dengan paket wisata sejarah dan Budaya ke Benteng Vredeburg dan Museum Kereta Kraton Yogyakarta.

Siapa sih yang tidak mengenal Malioboro, sebuah tempat wisatabelanja yang ada di Yogyakarta. Selain ada tempat shooping dan Nongkrong ternyata ada bangunan bersejarah dan unik yaitu : Benteng Vredeburg.




Denah yang unik dan suasana yang asri saat memasuki benteng vredeburg

Museum Benteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang dibangun tahun 1765 oleh VOC di Yogyakarta selama masa kolonial VOC. Benteng ini dibangun oleh VOC sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan gubernur Belanda kala itu. Benteng ini dikelilingi oleh sebuah parit yang masih bisa terlihat sampai sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai menara pantau di keempat sudutnya. Di masa lalu, tentara VOC dan juga Belanda sering berpatroli mengelilingi dindingnya. 
Pada tanggal 23 November 1992, Museum Benteng Vredeburg secara resmi menjadi salah satu Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Yogyakarta
JAM KUNJUNGAN DAN TIKET MASUK
Museum Benteng Vredeburg ini buka pada hari Selasa – Jumat (Pukul 08.00 – 15.30 WIB) dan Hari Sabtu – Minggu (Pukul 08.00 – 16.00 WIB, sementara pada hari Senin tempat ini libur. Untuk dapat masuk kawasan ini INFO WISATA WA 08190 4169 982 / 0815 6504 380

Benteng vredeburg gabungan tempat sejarah dan tempat belajar yang bagus dan rapi

ALAMAT BENTENG VREDEBURG

Kami berkesempatan untuk mengunjungi Museum Benteng Vredeburg yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 6 (kawasan Malioboro), Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Gedung bersejarah ini terletak di depan Gedung Agung (satu dari tujuh istana kepresidenan di Indonesia) dan Istana Sultan Yogyakarta Hadiningrat yang dinamakan Kraton.

Pengunjung bisa mengabadikan momen mereka di dalam benteng yang tentunya sangat unik dan menarik. Hasilnya pun bisa dipamerkan di media sosial mereka. Jadi jika sedang liburan ke Jogja, Benteng Vredeburg bisa menjadi pilihan paket wisata murah di Jogja.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2017/05/ziarah-sunan-pandanaran-wisata-ziarah.html
TIP BERWISATA : 
  1. Gunakan pakaian yang nyaman
  2. Pakailah alas kaki yang nyaman untuk jalan-jalan
  3. Pastikan kamera atau hp Anda penuh baterainya
  4. Bawa air mineral untuk mengusir dahaga
  5. Jaga kebersihan lingkungan.



Secara keseluruhan, kalau tidak salah hitung, museum ini memliki 4 (empat) gedung diorama mengenai peritiwa sejarah di Indonesia, khususnya yang terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut gambaran sekilas isi dari masing-masing diorama :

GEDUNG DIORAMA I

Bangunan ini berisikan berbagai cerita tentang sejarah perjuangan kemerdekaan di Indonesia mulai dari era Pangeran Diponegoro, kongres Budi Utomo di Yogyakarta, berdirinya organisasi Muhammadiyah, pemogokan kaum buruh di pabrik gula di sekitar Yogyakarta, berdirinya Taman siswa, Kongres Peremuan Indonesia yang pertama, Kongres Jong Java, hingga sejarah awal mula masuknya Jepang di Yogyakarta. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2017/03/wisata-museum-yogyakarta-paket-wisata.html





GEDUNG DIORAMA II

Bangunan ini berisikan berbagai cerita tentang sejarah perjuangan kemerdekaan di Indonesia pada era Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dimulai dengan diorama ketika Sultan Hamengkubowono IX memimpin rapat dalam rangka dukungan terhadap proklamasi, pengambil alihan percetakan Harian Sinar Matahari dan diganti namanya menjadi Kedaulatan Rakyat, penurunan bendera Hinomaru dan pengibaran bendera merah putih di Gedung Cokan Kantai (Gedung Agung).
Peristiwa pengeboman balai mataram, gedung RRI dan Museum Sonobodoyo oleh tentara sekutu, peristiwa Pertempuran Kotabaru, pelucutan senjata tentara Jepang oleh polisi istimewa, pemuda, dan massa rakyat, berdirinya sekolah Militer Akademi di Yogyakarta, pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR, Kongres Pemuda di Yogyakarta, sejarah berdirinya Universitas Gadjah Mada, hingga masa pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. INFO WISATA WA 0819 0416 9982 / SMS 0815 6504 380



 


  

GEDUNG DIORAMA III

Diorama III Menampilkan adegan peristiwa sejarah sejak disepakatinya Perjanjian Renville tahun 1949 sampai dengan adanya pengakuan Kedaulatan RIS tahun 1949. Salah satu adegan pada dome ketiga Diorama III adalah Diorama adegan Arak-arakan bendera PON dari Gedung Agung menuju ke Solo melalui Jl. Tugu Kidul (sekarang Jl. P. Mangkubumi) Berlangsung   di Jl. Tugu Kidul (sekarang Jl. P. Mangkubumi) Yogyakarta pada  tanggal  9 – 12 September 1948.
Pada bulan September 1948, ketika Pemerintah RI masih diguncang oleh  berbagai tekanan baik dari dalam berupa Pemberontakan PKI Madiun, maupun dari luar terutama dari Belanda yang berusaha untuk menjajah lagi Indonesia, tetapi penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional tetap mendapatkan prioritas. PON I ini berlangsung pada tanggal 9 s.d 12 September 1948 di Solo (Stadion Sriwedari).  Tetapi upacara pembukaan PON I diadakan di Yogyakarta. Upacara dimulai dengan penyerahan bendera PON  di Yogyakarta.  Hadir dalam acara tersebut Presiden Soekarno, Ibu Fatmawati Soekarno, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Paku Alam VIII, dan para pejabat setempat. Disamping itu hadir juga wakil-wakil KTN.
Setelah acara pembukaan yang diselenggarakan di halaman istana negara Yogyakarta (Gedung Agung) selesai, pada tanggal 8 September 1948 dilanjutkan  dengan gerak jalan masal dengan membawa bendera PON dari Yogyakarta menuju Solo melalui Jl. Tugu Kulon (sekarang Jl. P. Mangkubumi).  Sebagai ketua penyelenggara dalan pelaksanaan PON tersebut adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sedangkan ketua pelaksana di Solo diserahkan kepada P. Soerjohamidjojo.
Sesampainya di Solo kemudian bendera PON di kibarkan di Stadion Sriwedarai Solo. Acara tersebut dimeriahkan dengan senam masal yang dilakukan oleh ribuan siswa-siswa sekolah menengah di Solo. Cabang olah raga yang ditampilan dan PON tersebut meliputi sepak bola, bola keranjang, bola basket, bulu tangkis, atletik, renang, tenis, panahan, pencak  silat, dll. PON I ditutup pada tanggal 12 September 1948. Upacara penutupan dilaksanakan di Stadion Sriwedari Solo. Hadir dalam upacara penutupan tersebut Panglima Besar Jenderal Soedirman. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2017/03/wisata-bukit-bintang-yogyakarta-dinner.html






GEDUNG DIORAMA IV

Bangunan ini berisikan berbagai cerita tentang sejarah Indonesia pasca kemerdekaan, mulai dari pemilihan umum pertama Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta, pertemuan Rencana Colombo tahun 1959, Seminar Nasional Pancasila I, pencanangan Tri Komando Rakyat (Trikora) sebagai upaya pembebasan Irian Barat, peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI di Yogyakarta, rapat kebulatan tekad penumpasan G30S PKI di Alun-alun Utara Yogyakarta, sampai dengan momen penyamapaian amanat dari Presiden Soeharto tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam rangka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada tahun 1974.


Selain gedung diorama yang berisikan gambaran sejarah di Indonesia, di dalam Museum Benteng Vredeburg juga terdapat semacam mesin dengan teknologi layar sentuh yang berisikan panduan wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, lengkap dengan petunjuk jalan dan informasi mengenai tempat kuliner serta akomodasi di Yogyakarta.

Jadi tertarik untuk mengunjungi Museum Benteng Vredeburg ? Jangan lupa ajak anak, keponakan, dan saudara. Terutama yang masih duduk di bangku sekolah, karena mereka akan banyak belajar sejarah di tempat ini. Kami pun yang sudah kerja jadi banyak mengetahui tentang sejarah. INFO WISATA WA 0819041 69982/ 08156 504 380
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2016/05/sewa-event-untuk-pentas-seni-dan.html


Sekarang Benteng Vredeburg telah berubah menjadi sebuah museum. Bangunan yang ada di dalam benteng diperbaiki dan diisi diorama-diorana tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia menghadapi Belanda. Wisatawan bisa berkeliling dan melihat ruangan yang berisikan diorama-diorama. Wisatawan yang datang ke benteng ini dapat  berjalan kaki melihat kondisi benteng dari berbagai sudut atau bisa juga naik ke bagian atas benteng dan memandangi jalanan Kota Jogja dari atas benteng. Selain itu mereka juga bisa bersantai di taman yang ada di benteng ini.

MUSEUM KERETA KRATON YOGYAKARTA




Museum Kereta Keraton Yogyakarta terletak di Jl. Rotowijayan Yogyakarta, atau sebelah barat bangunan Keraton Yogyakarta. Museum yang didirikan sejak bertahtanya Sri Sultan Hamengkubuwono VI ini menyimpan beragam koleksi kereta kuda milik Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pada jaman dahulu kereta-kereta tersebut dahulu merupakan kendaraan para sultan untuk berbagai keperluan dan acara yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta.

Museum ini memiliki berbagai kereta kuda yang umurnya mencapai ratusan tahun. Adapula kereta Mondro Juwolo, kereta kuda yang pernah dipakai oleh Pangeran Diponegoro. dari 23 koleksi kereta kuda, 18 kereta masih dipergunakan untuk kepentingan upacara-upacara kebesaran kraton, sedangkan 5 kereta lainnya sudah tidak dipergunakan mengingat kondisi dan usia kereta yang sudah tua. Kereta Kanjeng Nyai Jimad adalah kereta yang paling tua dengan angka tahun pembuatan 1750. INFO WISATA WA 08190 4169 982

Lencana Kuda Yang dipakai Perang Jawa Oleh Pangeran Diponegoro

 


Jenis Kereta di Museum Kraton Yogyakarta :
Jam Buka Museum:
  • Museum Kereta Kraton Yogyakarta buka hari, Senin - Minggu pukul 09.00 - 16.00 WIB
Harga Tiket Masuk:
  • Individu: Rp 5.000,- untuk menggunakan kamera dikenakan biaya  Rp 1.000,-


Perlengkapan kereta yang tertata rapi semenjak abad ke 18





Kereta Kanjeng Nyai Jimad

Kereta kuda tersebut merupakan pusaka Keraton, buatan Belanda pada tahun 1750. Kereta ini adalah hadiah dari Raja Spanyol yang saat itu sudah memiliki hubungan dagang dengan pihak Kasultanan Yogyakarta. Kareta Kanjeng Nyai Jimad ditarik oleh delapan ekor kuda dan digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I-III.
Kondisi kereta kuda tersebut seluruhnya masih asli, termasuk pegas kereta yang terbuat dari kulit kerbau. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2016/02/jasa-sopir-harian-yogyakarta-jasa-supir.html

Kereta Kyai Jimad yang berusia sekitar 350 tahun lebih


Kereta Garuda Yeksa

Kereta ini Merupakan kereta buatan Belanda tahun 1861. yaitu pada masa Sri Sultan HB VI.
Kereta Garuda Yeksa digunakan untuk penobatan Sri Sultan Hamengku Buwana VI sampai dengan Sri Sultan Hamengku Buwana X. Kereta ini digunakan hanya saat penobatan Raja di lingkungan Keraton Yogyakarta.



Logo Siluet asli kerajaan Belanda bisa diliat jelas di Sini


Pantulan kristal Sultan Hamengkubuwono VII

Kereta Garuda Yeksa



Koleksi lainya adalah Kareta Rata Pralaya. Kereta yang ditarik oleh 8 ekor kuda ini merupakan kereta jenazah yang dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII, pada tahun 1938.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2015/05/penginapan-pantai-di-yogyakarta.html

Kereta Rata Paralaya

Kereta Rata Pralaya merupakan kereta yang membawa jenazah Sultan Hamengku Buwana IX, dari Keraton menuju tempat peristirahatannya yang terakhir di Imogiri.




Saat penanggalan Jawa memasuki bulan Suro, di museum ini diselenggarakan ritual jamasan, yakni prosesi membersihkan kereta milik keraton tersebut yang dilakukan oleh para Abdi Dalem.

Kondisi museum sendiri bersih dan cukup terawat, sehingga nyaman untuk dikunjungi. Museum Kereta ini adalah salah destinasi yang murah tetapi cukup menarik. DREAMGEDE Tour Travel siap memandu sehingga kita bisa tahu kereta yang dimiliki Keraton dan sejarahnya. Terus tempatnya juga nyaman, dan kita juga bisa foto-foto. DREAMGEDE ToUR Travel memberikan pelayanan tour terbaik mulai dari guide, hotel sampai Oleh - oleh dapatkan paket untuk Honeymoon, keluarga, arisan, dan kantor.
baca juga :  http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2014/05/kuliner-yang-musti-kamu-cobain-nih-jika.html


WA 08190 4169 982
SMS 0815 65043 80
BBM DC0A1DEB

0 komentar:

Posting Komentar