Bertempat di Masjid Kampus Diponegoro Universitas Diponegoro Semarang, Kawasan kampus Tembalang yang
menginfokan acara ini. Sebelumnya mendaftar di www.pn.saranagroup.net , gathering yang berjudul Anak - anak sentuhan Nabi.
Acara yang di selenggarakan oleh Kuttab Al Fatih Semarang dan Sarana Multimedia Semarang, ini penting bisa ikut
belajar tentang parenting nabawiyah.
Apalagi
yang berkaitan dengan Anak yang menjadi harapan bangsa, negara dan
agama maka Anak perlu ilmu untuk membentuk ruh anak. Di rumah bisa
mendisiplinkan untuk
menghapal dan menjaga hapalan Qur’an, belajar, kemandirian dan
lain-lain.
Ustadz Walid Ilham
mengawali acara. Dengan berbagai cerita cara pendidikan di Zaman Rasulluah SAW.
Dengan kondisi anak
muda khususnya kaum muda muslim sekarang lebih tepat di sebut dengan fata atau al futuah sebuah semangat dinamisasi yang luar biasa. Dalam Qur’an
ada tentang para pemuda Ismail dan mencontoh keluarga Lukman dan Rasulluah SAW.
Menurutku, Ustaz Ustadz Walid Ilham ingin bila anak sekarang makna positiflah yang muncul di kepala tentang remaja yaa memang betul tak semua
pemuda harus mengalami hal-hal salah. Ada (banyak) pemuda (pada saat peralihan
umur) mereka aman-aman saja atau keguncangan dan kenakalan di usia ini bukan
yang pasti dan harus dilalui oleh anak-anak kita.
Contoh pemuda Hijaz (Mekah dan Madinah pada zaman
Rasul dan sekarang) atau sederet prestasi yang diraih remaja Indonesia.
Ustadz Walid Ilham
mengajak pada
orang tua yang mempunyai komitmen tinggi terhadap Islam dan pendidikan Islam.
Anak-anak mereka
84 % tidak membangkang pada orang
tua,
52% tidak memilih teman yang tidak
disukai keluarga,
60%
orang tua menyibukkan waktu anak-anak mereka dengan hal manfaat, menghapal Al- Qur’an, membaca, camp musim panas
60% memandang usia remaja bukan
masalah.
64% anak-anak mereka melaksanakan
ibadah dengan sungguh-sungguh setelah usia baligh.

Sudah waktunya berkiblat pada
pendidikan Hijaz. Seperti apa itu ?
Budi Ashari dalam bukunya Remaja, antara
Hijaz dan Amerika :
- Nyalakan obor iman
- Munculkan semangat Fastabiqul
Khairat
- Semangat harus dipadu dengan
ilmu utuh
- Ayah bunda, damping mereka dalam
kebaikan
- Beri mereka kepercayaan dan
kesempatan!
- Katakan: Buktikan!
- Bimbing mereka hingga mengenali
sendiri kemampuan mereka
- Mereka yang menyampaikan atau
kita yang menyampaikan. Bila mereka sampai pada titik ahli tunggulah sampai
mereka sendiri yang menyatakan. Apabila mereka tak kunjung mengemukakan
padahal mereka sudah trampil itulah saatnya kita yang menyampaikan tentang
keahlian mereka.
Gambaran Pemuda dalam Al-Qur’an
- Teguh tauhidnya, nabi Ibrahim
(Ibrahim: 59-69)
- Penyelamat agamanya dari fitnah,
para pemuda Ashabul Kahfi (Al-Kahfi: 13-14)
- Membantu orang tua, saudarinya
Musa disuruh ibunya mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke
istana. Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab kalau meleset ia akan mati dan bertanggung jawab pada orang
tuanya. Ia berani mengajukan saran
kepada siapa bayi tersebut disusukan (Surat Thaha: 40-38)
- Pemudi dengan kesholehan mengagumkan
yang terpaksa mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya. Dua
anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
- Berkata tidak pada maksiat
syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
- Tak mudah terprovokasi untuk
berbuat dosa. Dua orang pemuda yang satu pembuat roti tergoda untuk
meracun raja, akhirnya ia dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia
berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia selamat.
(Yusuf:36)
- Pedamping Rasul (Musa). Dalam
Tafsir Ibnu Katsir pedamping nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi
nabi setelah meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)
