Total Tayangan Halaman

Selasa, 09 Agustus 2016

PAKET WISATA CANDI PRAMBANAN, SEWA GUIDE WISATA CANDI PRAMBANAN, MENIKMATI CANDI PRAMBANAN, WISATA KE CANDI SEWA DAN CANDI PRAMBANAN, WISATA MURAH KE CANDI PRAMBANAN DAN CANDI SEWU







Inilah candi dengan bentuk penuh keanggunan dan dikenal sebagai salah satu ikon budaya Indonesia. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Letaknya yang tidak jauh dari Candi Borobudur seperti ingin menunjukan kepada Anda tentang keharmonisan antara umat Budha dan Hindu di Pulau Jawa tidak hanya di masa lalu tapi juga saat ini.

Candi Shiwa dan Candi Brahmana

Selama Anda di sini sebaiknya Anda mengambil sebanyak mungkin foto yang Anda inginkan karena pemandangan yang indah dari candi yang berdiri kokoh dan reruntuhan candi-candi. Tiket masuk yang Anda beli berlaku untuk satu hari penuh, artinya Anda dapat masuk dan keluar area Prambanan sesuka hati. Artinya bagi para photographer, Anda dapat mengambil foto pada waktu yang berbeda-beda dalam sehari, menarik bukan!


Tamu kami sangat senang dan gembira menikmati Kemegahan Candi Prambanan

Candi Prambanan ini disebut juga candi Shiwa. Terkenal dengan kisah Cinta Bandung Bondowoso yang disyaratkan membangun seribu candi untuk Roro Ronggrang dalam waktu satu malam. Hingga akhirnya gagal upaya itu karena Roro jonggrang tidak mencintainya. Maka Roro Jonggrang mengatur siasat dengan cara membangunkan penduduk untuk menumbuk padi sebagai tanda bahwa pagi sudah datang. Hal tersebut membuat para jin yang membantu Bandung Bondowoso berhenti membangun seribu candi. Karena Bandung Bondowoso mengetahui hal tersebut, ia marah dan dan akhirnya Roro Joggrang lah yang diubah menjadi patung untuk melengkapi Candi tersebut sehingga genap berjumlah seribu. Patung Roro Jonggrang biasa disebut juga patung durga yang berdiri setinggi 47 m.

Candi ini  merupakan Candi Hindhu terbesar di dunia yang terletak di daerah kalasan. Sebelah timur kota Yogyakarta sekitar 17 km dari pusat kota.Candi ini dibangun oleh Rakai pikatan pada tahun 856 Masehi. 
Awal mula cerita sebelum dibangun Candi Prambanan ini adalah berkaitan dengan Kerajaan Mataram Jawa Kuno pada tahun 732 Masehi. Saat itu Mataram diperintah oleh Sanjaya , Bangsawan pemeluk agama Hindhu yang mempunyai wilayah kekuasaan di daerah antara sungai Opak dan Progo, daerah yang relatif sangat subur. Akan tetapi Dinasti Syailendra yang beragama Budha mengusir Sanjaya beserta keluarganya pada tahun 750 Masehi. Mereka diharuskan mengasingkan diri di dataran tinggi di luar batas kerajaan Mataram.
Seabad kemudian Rakai pikatan, anak dari Sanjaya menikah dengan keturunan dari kerajaan Budha Syailendra. Rakai Pikatan memegang tampuk kekuasaan yang bagus sehingga pengaruh Hindhu kembali tampak dan dimunculkan. Sehingga banyak didirikan bangunan bernafaskan Hindhu berupa komplek Candhi Prambanan. Pembangunan ini bertujuan untuk memperingati kembalinya kekuasaan Dinasti Sanjaya. Akan tetapi seabad kemudian setelah berpindahnya kerajaan Mataram ke Jawa Timur, Candi ini menjadi terbengkalai. Pemugaran Candi juga pernah dilakukan pada tahun 1930 setelah Gempa bumi dahsyat pada abad ke 16. DREAMGEDE Wisata Yogyakarta

INFO WISATA Prambanan dan Candi Sewu dengan Pemandu Wisata yang Profesional
WA 081904169982 / SMS 08156504380

Klik Juga :

http://dreamgedejogja.blogspot.co.id/2015/12/jasa-sopir-pribadi-semarang-jasa-driver.html



PESONA CANDI SEWU DI PRAMBANAN



Gerbang Pintu Masuk Candi Sewu dari Selatan

Candi Sewu terletak berdampingan dengan Candi Prambanan, sehingga saat ini Candi Sewu termasuk dalam kawasan wisata Candi Prambanan. Di lingkungan kawasan wisata tersebut juga terdapat Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Tidak jauh dari kawasan tersebut terdapat juga beberapa candi lain, yaitu: Candi Gana, sekitar 300 m di sebelah timur, Candi Kulon sekitar 300 m di sebelah barat, dan Candi Lor sekitar 200 m di sebelah utara. 
Letak candi Sewu, candi Buddha terbesar setelah candi Borobudur, dengan candi Prambanan, yang merupakan candi Hindu, menunjukan bahwa pada masa itu masyarakat beragama Hindu dan masyarakat beragama Buddha hidup berdampingan secara harmonis.





Nama Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu, menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan Candi Sewu tersebut jumlahnya cukup besar, walaupun sesungguhnya tidak mencapai 1000 buah. Tepatnya, gugusan Candi Sewu terdiri atas 249 buah candi, terdiri atas 1 candi utama, 8 candi pengapit atau candi antara, dan 240 candi perwara. Candi utama terletak di tengah, di ke empat sisinya dikelilingi oleh candi pengapit dan candi perwara dalam susunan yang simetris.

Candi Sewu mempunyai 4 pintu gerbang menuju pelataran luar, yaitu di sisi timur, utara, barat, dan selatan, yang masing-masing dijaga oleh sepasang arca Dwarapala yang saling berhadapan. Dari pelataran luar ke pelataran dalam juga terdapat 4 pintu masuk yang dijaga oleh sepasang arca Dwarapala, serupa dengan yang terdapat di gerbang luar.
Arca Dwarapala yang terbuat dari batu utuh tersebut ditempatkan di atas lapik persegi setinggi sekitar 1,2 m dalam posisi satu kaki berlutut, kaki lainnya ditekuk, dan satu tangan memegang gada. Tinggi arca Dwarapala ini mencapai sekitar 2,3 m.


Candi utama atau candi induk terletak dipelataran persegi seluas 40 m2, yang dikelilingi pagar dari susunan batu setinggi 0,85 m. Bangunan candi berbentuk poligon bersudut 20 dengan diameter 29 m. Tinggi bangunan mencapai 30 m dengan 9 atap yang masing-masing mempunyai stupa di puncaknya.
iNFO wisata :
081 9041 69982 
BBM 5513A5A6

Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 2,5 m. Kaki candi dihiasi pahatan bermotif bunga dalam jambangan. Untuk mencapai permukaan batur yang membentuk selasar, terdapat tangga selebar sekitar 2 m yang dilengkapi dengan pipi tangga. Pangkal pipi tangga dihiasi makara, kepala naga dengan mulut menganga lebar, dengan arca Buddha di dalamnya. Dinding luar pipi tangga dihiasi pahatan berwujud raksasa Kalpawreksa.


Di atas ambang pintu tidak terdapat Kalamakara, namun dinding di kiri dan kanan ambang pintu dihiasi pahatan kepala naga dengan mulut menganga. Berbeda dari yang terdapat di pangkal pipi tangga, bukan Buddha yang terdapat dalam mulut naga, melainkan seekor singa.



Klik Juga :


Candi utama yang dibangun dari batu andesit ini mempunyai pintu utama di sebelah timur, sehingga dapat dikatakan bahwa candi utama ini menghadap ke timur. Selain pintu utama, terdapat 3 pintu lain, yaitu yang menghadap ke utara, barat dan selatan. Semua pintu masuk dilengkapi dengan bilik penampil. Ruang dalam tubuh candi berbentuk kubus dengan dinding terbuat dari susunan bata merah. Di dalam ruangan ini terdapat sebuah 'asana'. Pada dinding luar tubuh dan kaki atap candi terdapat relung-relung berisi arca Buddha dalam berbagai posisi. Info wisata 08156504380 / 081904169982




Kami menyediakan jasa pemandu wisata atau penunjuk jalan (guide) berbahasa Indonesia untuk tujuan tour di Candi Prambanan dan Candi Sewu juga untuk Guide Wisata Yogyakarta




Dengan menggunakan DREAMGEDE Wisata Yogyakarta,  Jasa Tour Guide (pemandu wisata), kegiatan Tour Prambanan dan Yogyakarta anda akan menjadi lebih mudah, simple dan terarah. 


WA 081904169982

SMS 08156504380

BBM 5513A5A6

1 komentar: