Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 Januari 2019

PAKET JELAJAH KOTAGEDE JOGJAKARTA, WISATA SEJARAH KOTAGEDE YOGYAKARTA, MENIKMATI SEJARAH MATARAM ISLAM DI KOTAGEDE YOGYAKARTA, GUIDE WISATA BUDAYA DAN SEJARAH KOTAGEDE JOGJA, BERKELILING DI KOTAGEDE YOGYAKARTA, WISATA MASJID MATARAM ISLAM KOTAGEDE, KOTAGEDE TOUR, WISATA MURAH DI KOTAGEDE






pentas tari Ramayana Mataram


melihat langsung perajin Perak

PAGELARAN Ramayana Mataram

diskusi sejarah mataram di kotagede


Sobat wisata Berbahagia DREAMGEDE Tour Travel mengawali kegiatan wisata di tahun 2019 yang dikemas dengan jelajah budaya dan sejarah, supaya ada variasi wisata ke Yogya yang bersifat kekinian untuk generasi muda milenial mengenal Mataram Islam Yogyakarta.Berjelajah di jalan gang kampung walau lebar jalan tak luas. Tapi disitulah seni jelajah Kotagede di jalan kampung, kita bisa menikmati suasananya. Apalagi berhenti di tempat-tempat menarik seperti produsen coklat, situs sejarah Mataram Islam di Kotagede, kerajinan hingga santapan yang dihibur tarian. INFO WISATA WA 08190 41 69982
Wisata Jelajah Budaya dan sejarah Kotagede untuk mengenalkan keagungan Mataram Islam Yogyakarta yang selam ini belum menjadi tujuan banyak wisatawan.  DREAMGEDE Tour Travel mengajak wisatawan dan pelajar untuk menyelami kehidupan di kawasan Heritage Kotagede. Wisata masa kini tidak hanya membuat wisatawan melihat, tapi juga menikmati sensasi maupun pengalaman merasakan langsung.




omah Joglo UGM

Para peserta berkeliling di tempat - tempat bersejarah asal usul Mataram di kampung-kampung kawasan Kotagede. Misalnya produsen coklat di Kampung Ndalem Kelurahan Purbayan. Perjalanan berlanjut ke kompleks bangunan cagar budaya kompleks Mataram Islam Kotagede. Kompleks itu kini menyisakan bangunan Masjid Gede Mataram, sendang kakung dan putri, dan makam para pendiri Kerajaan Mataram yang dikelilingi pagar tembok besar dengan pintu gapura paduraksa bergaya Hindu di beberapa titik.
Usai menikmati bangunan cagar budaya melewati Pasar Kotagede yang sudah ada sejak zaman Mataram Islam berdiri. Para wisatawan makan malam bersama dengan menu sayur ndeso berupa sayur santan tempe cabai hijau lengkap dengan lauk dan nasi di pendopo Ndalem Sopingen. Bangunan itu pada masa Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah kediamanan Raden Amatdalem Sopingi. Santapan terasa nikmat usai shalat di Masjid Mataram maupun mushola  dan dihibur tarian tradisional Ramayana Mataram.
Baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2019/01/wisata-sepeda-di-candi-plaosan-paket.html
1.   NAIK ANDONG MENUJU KOTAGEDE




Peserta mengenakan pakaian adat Jawa Batik dan sorjan


Budaya yang kita miliki ini adalah budaya yang tak ternilai dan sangat berharga. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, apabila tidak kita jaga maka zaman akan membeli dengan harga yang tidak ternilai. Sebaliknya, jika tidak kita jaga, tidak kita rawat dan dilestarikan. 
Jelajah Kampung Pusaka dikemas dalam ‘Kotagede Jagalan Telisih’ yang diselenggarakan Karangtaruna Desa Jagalan Acara tersebut menginisiasi keinginan agar Kampung Kotagede menjadi milik masyarakat, milik anak muda, dan milik masa depan semua kalangan.

asiknya naik andong berwisata ke Kotagede





Dari tempat kita berkumpul Andong adalah kendaraan roda 4 (empat) yang ditarik kuda dan yang banyak digunakan sebagai kendaraan wisata untuk mengarungi Kotagede Yogyakarta. Dengan berombongan 4 – 5 orang menuju Kelurahan Jagalan Kotagede. Dari kelurahan Jagalan Wisata Budaya dan Sejarah Kotagede dimulai. Di jaman kerajaan Mataram Islam, hanya keluarga raja dan keluarga kaya rayalah yang bisa naik andong ini yang di tarik kuda.

Untuk masyarakat kaya tapi berlebih cukup naik kendaraan yang ditarik oleh sapi, yang disebut gerobak. Rasa bangga naik andong bila itu terjadi di jaman Raden Sutawijaya baru saja menjadi raja di Kotagede Mataram Yogyakarta. Keberadaan andong sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang kini masih terus dilestarikan. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/12/sewa-mini-garden-murah-semarang-sewa.html
2.  RUMAH PESIK / RUMAH KALANG


Rumah Pesik menjadi Icon penting wisata budaya Kotagede


Tanpa kamu sadari, menyusuri sudut demi sudut Kotagede akan menampilkan sisi romantisme yang begitu kentara. Eksistensi bangunan-bangunan tua ini begitu terasa, membuat kaki ingin terus melangkah tanpa henti, tangan menyentuh setiap jengkal dan sisi paling tipis bangunannya, hingga lensa kamera yang bergerak ke sana kemari. Setiap sisi histori bangunan di sini akan membuat kamu seperti kembali ke masa lalu, saat semuanya sama sekali baru.
Sejauh mata memandang, kesibukan masyarakatnya akan berpadu dengan kemegahan bangunan bergaya arsitektur Eropa kuno yang berpadu dengan unsur budaya Jawa yang kental sekali lagi akan membuat kamu bernostalgia. Betapa merindukannya kota ini nantinya, ketika kamu pada akhirnya harus meninggalkannya.


Adalah Rumah Pesik, atau yang memiliki nama lain Rumah Kalang, salah satu bangunan yang paling menyolok. Kabarnya, rumah bersejarah ini hasil buatan tangan masyarakat Kalang, golongan keturunan Bali yang terbilang amat berperan ketika Kerajaan Mataram Islam sedang berkuasa. Masyarakat Kalang adalah pedagang yang begitu sukses dengan kekayaan berlimpah yang diwariskan secara turun-temurun, dan tentu saja, berjiwa seni amat tinggi.
Keunikan bangunan tua ini tentu ada pada dindingnya, dengan patung-patung arca yang disematkan pada jarak tertentu. Belum lagi berbagai barang antik yang terpajang di teras dan halaman depan rumah, membuat bangunan ini serupa dengan museum. Jika beruntung dan bisa masuk ke bagian dalamnya, kamu akan mendapati keindahan lainnya, yaitu pada talang air yang dilengkapi dengan ukiran bunga-bunga cantik, begitu pula dengan keramik lantainya. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/11/wisata-pantai-jungwok-dan-pulau-jungok.html
KOPI KAMU BUTIK SENI RUMAH PESIK


Koleksi pemilik dari Thailand


Rumah ini disebut dengan Rumah Kalang, rumah dari kaum Kalang yang merupakan saudagar-saudagar kaya raya. Kami menyisir tiap ruang, dan mengagumi setiap detil dari bangunan dan benda-benda antik yang ada di dalamnya. Perjalanan kami lanjutkan menuju Jl. Mondorakan, Kotagede, tempat dimana terdapat salah satu bangunan yang digunakan sebagai situs perhelatan ini. Setelah menyusuri bangunan kedua tersebut, teman saya pun mengajak saya untuk duduk-duduk ngopi sebentar di sebuah gerai kopi bernama Kopi Kamu, yang kebetulan tadi kali lewati. 

Tak ada yang istimewa dari makanan maupun minuman KOPI KAMU. Semua standar sesuai yang saya bayangkan. Hal yang menarik dari gerai ini adalah pengalaman dan kejutannya. Seperti betapa terkejutnya saya melihat rumah tradisional Thailand, di tengah bangunan-bangunan klasik khas Kotagede.


koleksi dari Rumah Pesik dan KOPI KAMU




Langgar Dhuwur adalah sebuah musala yang terletak di tempat tinggi. Dahulu, banyak sekali Langgar Dhuwur yang terletak di Yogya. Kini, hampir semuanya lenyap. Salah satu yang tersisa adalah di Kotagede.

Sela-sela jalan antar rumah di kompleks Kotagede sering dikatakan sempit, karena hanya bisa dilalui dua orang. Namun, hal ini justru membuat romantis terasa berbeda.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/10/tempat-meeting-murah-di-jogja-hotel.html


rumah perjuangan Muhammadiyah




Setiap sudut Kotagede menyimpan energi masa lalu yang masih tergambar dari rumah-rumah tua yang tanpa penghuni, pintu-pintu kayu yang kuno yang tak lapuk, lis besi yang mulai berkarat, lorong-lorong batu dan batu bata yang berlumut, pun rumah-rumah joglo yang menjadi saksi berkumpulnya warga, dan keramahtamahan warganya yang selalu menghangatkan.

Berjalan kakilah di Kotagede, berinteraksilah langsung dengan sudut-sudut kota tua yang menjadi saksi biksu perjalanan pusat pemerintahan, pusat syiar islam, pusat perdagangan, dan pusat pemerintahan kerajaan Mataram yang kuat. Inilah kota yang masih terang menyimbolkan 4 pilar sebuah kerajaaan; ekonomi yang dicerminkan lewat pasar, sosial budaya yang digambarkan dengan alun-alun tempat para rakyat bertemu dan saling bercerita, pemerinatahan dengan keraton yang hingga kini masih tersisa, dan agama yang digambarkan dengan masjidnya. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/09/paket-meeting-di-hotel-sahid-jaya.html


setiap rumah jawa depannya ada pendopo tempat untuk berkumpul warga masyarakat



Tembok - tembok kokoh mengelilingi kawasan Makam dan Masjid Mataram

3.  SENDANG SUMBER KEMUNING


Untuk menuju ke sana, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga karena lokasinya lebih rendah dari makam. Ada sumur yang konon sumber airnya dari hasil hujaman tombak kecil milik Sunan Kalijaga.
Sumber air yang disebut Sumber Kemuning tak pernah kering. Ia disebut kemuning karena ada pohon kemuning yang ditanam di sana. Satu lagi Sumber Kemuning berada di luar komplek makam raja-raja Mataram yang dibendung warga desa untuk mencukupi kebutuhan penduduk.
Melihat ke bibir sumur, airnya tampak bening dan melimpah. Orang cukup mengambil airnya dengan menggunakan gayung, tanpa harus ditimba. Permukaan air tak sampai semeter dari bibir sumur dengan total kedalaman sekitar 3-5 meter. Logikanya, karena lokasi sendhang dan sumur kan di dataran rendah. Jadi airnya ada terus. Beda dengan yang di dataran tinggi. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/08/event-launching-mandiri-taspen.html
Begitu pula dengan satu bagian tembok di sisi utara makam yang terlihat paling rapuh. Tembok itu tinggal susunan bata-bata merah yang tak berdiri kokoh. Tembok itu dulu pernah dijebol untuk jalan bagi jenazah Sultan Hamengku Buwono II. Lantaran Keraton Yogyakarta membuat aturan, bahwa raja-raja Mataram harus dimakamkan di Imogiri, bukan di Kotagede.
PEMANDANGAN Makam raja - raja dari Luar Benteng


air sendang dimanfaatkan untuk kolam renang

4. UNIKNYA KERAJINAN PERAK



Puas jalan - jalan menelusuri lorong - lorong kampung peserta diajak ke Kerajinan Perak Yogyakarta, para wisatawan pasti sudah tak asing lagi dengan berbagai kerajinan perak yang berada di sudut kota Jogja ini. Kotagede yang sebagian besar masyarakatntya bermata pencaharian sebagai perajin Perak. Namun ada hal yang unik di Kotagede ini, kenapa daerah Jogja yang satu ini terkenal akan kerajinan Peraknya padahal sama sekali daerah disini tidak terdapat tambang Perak.
Ternyata usut punya usut Kotagede ini memiliki kualitas seni dari perak. Meskipun harga perak per gram mungkin tak seberapa, namun setelah disentuh oleh para pengrajin perak disini akan berubah menjadi sebuah mahakarya yang berkali-kali lipat harganya dari bahan mentahnya loh. Para wisatawan yang doyan berbelanja pun tak melewatkan untuk mengunjungi daerah di Jogja yang satu ini. INFO WISATA KOTAGEDE WA 081904169982

Asesoris Perak Kotagede

5. MASJID GEDE MATARAM & MAKAM RAJA - RAJA MATARAM KOTAGEDE




Inilah juga saksi bisu kejayaan kerajaan yang menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, Kerajaan Surakarta dan Kadipaten Mangkubumi, pun keempatnya masih ada hingga kini. Merambah Kotagede memberikan pengalaman berbeda, suasananya menawarkan lebih dari sekedar pengetahuan akan kisah panjang masa lalu kota Yogya.

Letak Makam Kotagede berada di Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Lokasi makam dan masjid tidak berubah sejak zaman dahulu hingga sekarang. Hingga saat ini Masjid Gedhe Mataram masih berfungsi sebagaimana masjid lainnya. Setiap waktu salat, terlebih salat Jumat, masjid ini selalu dipadati oleh jamaah.
Sementara makam raja di Kotagede juga menjadi destinasi wisata religi selain Masjid Gedhe Mataram hingga kini. Kompleks makam tidak sebesar Imogiri, tetapi banyak orang yang berziarah di sini. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/07/cari-handy-craft-unik-di-yogyakarta.html




Makam Kotagede adalah tempat dikebumikannya raja pertama Mataram Islam, Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Raja kedua, yakni Mas Jolang atau Panembahan Hanyakrawati.
Di sini pula dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan. Sementara itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan hadiwijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini. Selain itu, jika raja-raja Yogyakarta dimakamkan di Makam Raja Imogiri, tidak dengan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II). Ia dimakamkan di Makam Raja Kotagede.

6.  BELAJAR DI OMAH UGM KOTAGEDE






monumen untuk mengingat kedahsyatan gempa Jogja 2006 silam


maket denah omah UGM


Omah UGM merupakan sebutan untuk sebuah bangunan rumah adat milik UGM. Sebelum dibeli oleh UGM pasca gempa Jogja 2006 bangunan ini milik bapak Parto Darsono. Terletak di Kampung Bodon, bangunan ini berfungsi sebagai Pusat Pergerakan Pelestarian.
Rumah tersebut menjadi pusat gerakan pusaka UGM yang berupaya untuk mengembangkan komunitas lokal dalam daerah pusaka. Nantinya, program tersebut akan menitikberatkan pada pembangunan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pusaka benda dan tak benda. Di area wisata Jogja ini, Teman Traveler akan menemukan beberapa koleksi berupa perlengkapan rumah tangga hingga miniatur bangunan.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/06/cari-catering-murah-semarang-daftar.html

KOLEKSI dapur kampung Jawa Kotagede


Koleksi dari penghuni Omah UGM yang berusia 2oo Tahun

Bagian dalam bangunan ini terdapat benda benda kuno yang bernilai seni tinggi disimpan didalamnya. Terlihat juga bentuk khas arsitekturalnya yang menyuguhkan kontruki rumah jawa yang khas. 

ruang tamu sekaligus untuk bersemedi


ruang keluarga sekaligus ruang makan

Nah di dalam komplek bangunan Omah UGM juga terdapat bangunan joglo khas Kotagede. Ada pendopo nya di tengah-tengah, dikelilingi pepohonan rindang yg cantik, bunga-bunga, pokoknya sejuk banget kamu dan aku suka berlama-lama disini.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/05/paket-wisata-dieng-paket-wisata-dieng-2.html


BELAJAR membuat kuliner Kipo dan wedang Uwuh


Kami memperkenalkan Camilan Kipo, makanan yang terbuat dari tepung beras yang dipanggang dan berwarna hijau, didalamnya terdapat parutan kelapa dan gula jawa dan bentuknya kecil-kecil. Nama Kipo berasal dari penyebutan “Iki Opo” akhirnya disingkat menjadi “kipo”.  Rasanya gurih dan manis sehingga sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Kotagede. Kamu bisa tahu proses pembuatan Kipo di sini.

Semua peserta puas dan senang acara dilanjutkan belajar kuliner Kipo yaitu snack ringan khas Kotagede juga minum wedang Uwuh dan wedang Secang. Kami merasakan kehangata di tempat Omah UGM memandang rumah Joglo lama dengan digunakan untuk acara berkumpul bersama sambil berdiskusi ceria. Wisata Jelajah budaya dan Sejarah Kotagede sungguh menyenangkan. INFO PAKET TOUR WA 08190 41 69982


SHALAT Jamaah Magrib begitu Khusuk

7.  MAKAM MALAM DI JOGLO LAWAS





Hari memasuki sore dan tertutup malam yang sejuk. Peserta puas menikmati jelajah Kotagede kemudian kami melepas penat dengan makan malam di Pendopo Joglo tak jauh dari Omah UGM. Suasana sangat menyenangkan dan guyub rukun para peserta menikmati makan malam sambil duduk lesehan sambil menikmati suasana.

Menu-menu khas pedesaan yang disajikan tersebut dulunya biasa di nikmati oleh masyarakat pedesaan. Dengan menu Ndeso nasi anget sayur lodeh tahu  sayur kluwih tempe goreng tak Lupa ayam goreng berserta Tahu Bacem manis menghangatkan suasana juga disajikan bersama peyek teri,bisa juga dengan tambahan lauk ayam bawang goreng baik ayam kampung serta minuman teh hangat cair deh suasana.
baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/04/paket-wisata-candi-sambisari-dan-candi.html


makan malam lesehan SIAP santap


8.  NONTON PENTAS TARI RAMAYANA


Tari kebersamaan Rama dan Shinta




Di pengujung akhir acara kami menghadirkan Tembang Gambang Sholawat Kotagede dan Pentas Ramayana Mataram Kotagede. Sajian khas dari Wisata Budaya Kotagede dengan melestarikan sejarah dengan bernafaskan Islam yang menceritakan tentang awal perjalanan penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan Mataram.

Puja-puji sholawat malam itu dilantunkan di masjid Gede Mataram ini ditambah alunan syair jawa Mataram dengan dibawakan oleh anak-anak, muda juga tua. Isi dari syair siar itu ekspresi cinta umat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat diekspresikan dalam begitu banyak cara, melalui lirik, syair dan bentuk-bentuk kemesraan pribadi masing-masing. Karena memang cinta tidak bisa dijegal dengan hukum-hukum, ekspresi cinta yang tulus itu tidak bisa dipersalahkan sepanjang ia tidak melanggar akhlak dan mengganggu ketertiban sosial. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/03/paket-wisata-merapi-kaliurang-dari.html
Mungkin banyak diantara generasi saat ini yang lebih mengenal Sang Nabi sebagai penegak hukum, karena sabda dan tutur kata beliau lebih popular sebagai dalil-dalil untuk membenarkan dan menyalahkan, bukan sebagai penuturan cinta dan keindahan. Tembang Gambang Sholawat Mataram Kotagede  yang kita ambil pelajaran yaitu kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan tidak melepaskan proses hidup kita dari proses penyempurnaan akhlak yang ia tempuh. Dan agar dalam beragama kita tidak salah arah, kenalilah para pewaris  Sang Nabi dari bagaimana ia telah menempuh proses hidup. Bukan sebatas pada kealiman busananya dan kefasihan bahasa arabnya.
PENTAS TARI RAMAYANA MATARAM KOTAGEDE





perebutan besar Prabu Rama dan Dasamuka

Sendratari Ramayana umumnya di Komplek Candi Prambanan tapi kini beda ada Pertunjukan Drama Ramayana di Kotagede ? suatu hal anak tapi ini suatu kreasi daari Kami paket wisata budaya sejarah di Kotagede di Komplek halaman  Masjid Gede Mataram.

Pentas Ramayana adalah pertunjukan yang memadukan antara seni tari dan drama, yang mengisahkan sebuah cerita tanpa dialog di antara pemain-pemainnya, biasanya hanya dipandu oleh seorang dalang. Pertunjukan ini diiringi oleh musik gamelan dan melibatkan hingga ratusan pemain yang mengenakan kostum jawa dengan kain batik sebagai ciri khasnya. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/02/wisata-pantai-bantul-pantai-pandansari.html


pertempuran Hanoman melawan Arwana

Di kompleks halaman Masjid Gede Mataram  dengan lakon yang dimainkan pun tentang kisah Ramayana yang memang sudah sangat terkenal di masyarakat Indonesia. Kisah Ramayana itu berlatar belakang makam Raja - Raja di Kotagede semakin indah dengan sorot lampu yang menonjolkan warna-warna cerah kostum para pemainnya.


Drama Ramayana berkisah tentang usaha Rama dalam untuk menyelamatkan Shinta yang diculik oleh Rahwana, raja dari negeri Alengka. Jalan ceritanya berdurasi sekitar 120 menit. .



Tetapi dalam pertunjukan ini, cerita tentang penculikan Shinta, perjalanan Hanoman ke Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, serta pertemuan kembali Rama dan Shinta. Narasi dalam pertunjukan ini disampaikan dalam bahasa Jawa dan Indonesia.




Visualisasi mengagumkan dari cerita Ramayana ini serta efek latar yang megah Makam Raja - Raja Mataram Kotagede akan membawa peserta wisata Kotagede menuju pemahaman lebih mendalam tentang lakon Ramayana yang terkenal. Semoga dengan paket wisata ini membawa dampak positif untuk generasi muda lebih mencintai dan paham akan budaya asli Indonesia.

Kotagede, kota berusia 5 abad ini, seolah tak lekang digerus waktu. Mungkin kita tak lagi banyak melihat kuda dan andong-andong yang ditumpangi simbok-simbok pedagang di Sargede, ataupun sepeda kumbang yang berbunyi pedalnya saat menyusuri jalan-jalan yang tak lebar itu. Namun, ini lah kota yang akan selalu membawa kita, kepada sejarah yang begitu panjang, sejarah perjuangan Sultan Agung berjibaku melawan penjajah belanda, sejarah panjang peradaban dan kebudayaan Jawa, pun kebanggaan akan masih lestarinya keramahtamahan khas Jogja, dan keinginan yang selalu tersulut untuk selalu kembali ke Yogyakarta. PAKET WISATA BUDAYA KOTAGEDE WA 08190 41 69982




SERU DAN Ingin kembali wisata ke Kotagede ini!!

Yogyakarta (sering juga disebut Jogja/ Jogjakarta/ Yogya) memiliki tradisi, budaya, keindahan alam, dan banyak candi berusia ribuan dan kerajaan Mataram kuno hingga Mataram Islam sekarang.  Tahun INI yang layak untuk Mau liburan ke Jogja? ini dia berbagai pilihan paket wisata Jogja menarik dari DREAMGEDE Tour Travel seperti Wisata sejarah dan budaya Kotagede dan sepeda di desa wisata Candi Plaosan dan Prambanan. Paket tour murah di Yogyakarta untuk keluarga maupun instansi bersama DREAMGEDE Tour Travel. INFO PAKET WISATA JOGJAKARTA WA 08190 41 69982 / 081565 04380

Paket Wisata ke Jogja Dari Jakarta / Semarang / Surabaya maupun anda dari luar Pulau Jawa kami ada Promo Harga Paket Tour di DREAMGEDE Tour Travel, include Mobil Hotel Tiket Makan Guide. tour travel Wisata di JogjaBanyak lokasi obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti obyek wisata dengan paket hemat, backpacker, harga pelajar dan alternatif lainnya tentunya dari DREAMGEDE Tour Travel. baca juga : http://dreamgedejogja.blogspot.com/2018/01/jasa-penerjemah-dan-interpreter-bahasa.html


WA 08190 41 69982
SMS 081565 04380
BBM DC0A1DEB



0 komentar:

Posting Komentar